Kisah Basiran driver ambulance Dompet Dhuafa Jawa Timur

SHARE KEBAIKAN INI, YUK!

Basiran (44), Sejak 2011, beliau bekerja dan mengabdi di Layanan Kesehatan Dompet Dhuafa Jawa Timur, tepatnya sebagai Driver Ambulance.

Bekerja sebagai driver ambulan tentunya tak terlepas dari resiko, terlebih dituntut untuk cepat dan menjaga keamanan pasien, tak jarang saya mengalami kendala termasuk macet.

Basiran memang hanya sebagai seorang driver, namun pekerjaan yang beliau lakukan sangatlah mulia, jasa yang beliau berikan selama ini, telah membantu banyak pasien yang sangat membutuhkan pelayanan cepat, khususnya pasien kurang mampu (dhuafa)

Kini, hampir genap 10 tahun sudah lamanya, beliau bekerja sebagai seorang driver ambulan, namun hal ini tak membuatnya bosan, bahkan beliau turut senang bisa membantu terlebih hingga pasien sembuh

Pernah, dulu saya anter pasien hipotermia, nyaris tidak tertolong karena penyakitnya kambuh, pada saat itu masih terjadi bencana banjir bandang di Madiun, tim respon @ddjatim gerak cepat untuk mengangkut dari rumahnya menggunakan perahu karet untuk ke lokasi ambulance, karena kondisi jalan masih tergenang banjir setinggi lebih dari 1 meter. Setelah sampai ambulance saya langsung bergegas mengantarkan pasien ke RSU Madiun, Alhamdulillah masih bisa tertolong, karena kalau lambat penanganan pada saat itu, pasien tersebut bisa tidak tertolong. “Saya bangga bisa membantu banyak pasien yang membutuhkan, apapun yang saya alami selama menjadi seorang driver, saya lakuin semua ikhlas dan saya berharap pasien yang saya antar pun segera sembuh kembali” ujar Basiran.

Semoga kebaikan yang dilakukan Pak Basiran bisa menjadi amal kebaikan, sekaligus bisa bantu memudahkan pasien untuk mendapatkan mode transportasi secara gratis

SHARE KEBAIKAN INI, YUK!

Write a comment